Judul : The Truth about Forever : Kebencian Membuatmu Kesepian
Penulis: Orizuka
Cetakan Pertama, 2008
Penerbit: Gagasmedia
Tebal: 284 halaman 
ISBN: 978-979-7802-29-5











Seberapa berharga sih satu detik itu? Tik. Sebentar saja dia langsung berlalu. Tik. Satu detik pergi lagi. Tak ada harganya.

Tapi tunggu sampai kau sadar waktumu hampir habis. Tik. Kau ingat selama ini jarang beramal. Kau teringat mimpi-mimpi yang nggak sempat kau wujudkan. Kau sadar nggak cukup menyayangi keluarga dan teman-temanmu. Tik. Tik. Tik. Kau panik, takut menyia-nyiakan lebih banyak waktu lagi. 
Buku ini hasil dari ikutan GA, bukunya kecil dan tipis. Tipe sekali baca, gak sampai 2 jam, udah ludes.
Ini buku pertama mbak Orizuka yang diterbitin sama Gagasmedia. Karena saya emang baru pertama kali baca karya lama mbak Ori, buku ini berasa kayak bukan mbak Ori. Acuan saya serial Audy sih, ya, jelas aja jauh.

Buku ini rasanya kelam banget ih. Gak suka adegan nangis-nangisannya yang kebanyakan. Gak si Kana, gak si Yogas, semuanya pada doyan nangis di buku ini. Walaupun memang, hidup Yogas itu berat dan pantas buat ditangisin sih. Mungkin emang saya yang gak dapet sama feel-nya.

Agak ngebosenin juga pas bagian Yogas kerjaannya cuma ke kampus Kana, trus balik kos, trus ke kampus juga. Satu-satunya alasan saya gak berhenti baca buku ini adalah karena penasaran. Penasaran, sebenarnya apa sih yang terjadi sama Yogas pas SMA? Apa sih alasan Yogas ke Jogja?

Saya gak bilang buku ini jelek ya, bagus kok, banyak pesan moralnya. Banyak ngasih pelajaran. Lumayan buat dibaca pas lagi senggang dan butuh bacaan sekali baca.

Jadinya, buat buku ini saya kasih ★★★☆☆
Judul : Summer in Seoul (Season Series #1)
Penulis: Ilana Tan
Cetakan Pertama, 2006
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 280 halaman 
ISBN: 978-602-0310-14-5








Jung Tae-Woo—penyanyi muda terkenal Seoul yang muncul kembali setelah empat tahun menghindari dunia showbiz.

"Aku hanya ingin memintamu berfoto denganku sebagai pacarku," kata Jung Tae-Woo pada gadis di hadapannya.

Sandy alias Han Soon-Hee—gadis blasteran Indonesia-Korea yang sudah mengenali Jung Tae-Woo sejak awal, namun sedikit pun tidak terkesan.

Sandy mengangkat wajahnya dan menatap laki-laki itu, lalu berkata, "Baiklah, asalkan wajahku tidak terlihat."

Awalnya Jung Tae-Woo tidak curiga kenapa Sandy langsung menerima tawarannya. Sementara Sandy hanya bisa berharap ia tidak akan menyesali keputusannya terlibat dengan Jung Tae-Woo. Hari-hari musim panas sebagai "kekasih" Jung Tae-Woo dimulai. Perubahan rasa itu pun ada. Namun keduanya tidak menyadari kebenaran kisah empat tahun lalu sedang mengejar mereka.
Bagi saya, buku pertama Season Series ini 'kurang manis'. Kurang mengobrak-abrik perasaan. :P

Dari awal sampai akhir cerita tidak banyak hal yang mengejutkan dan terasa datar-datar saja. Kalau bisa dibilang, saya sudah menebak alur ceritanya jadi tidak banyak yang saya harapkan.

Meski bisa menebak alurnya, cerita ini masih bisa tetap dinikmati, kok. Buktinya, saya bisa menghabiskan buku ini tidak lebih dari tiga jam. Di bab-bab akhir kadang saya juga senyum-senyum sendiri karena tingkah Tae Woo yang ngegemesin.



Oke. Bisa disimpulkan kalau bagian yang paling saya suka dari buku ini adalah Jung Tae Woo-nya. Tingkahnya bener-bener ngegemesin dan bikin cewek-cewek meleleh. Selain itu, bumbu romansa dalam buku ini tidak lebay. *tapi ya tadi, kurang manis :P

Dari segi teknis, saya tidak menyangka, buku yang udah cetakan ke-23 ini masih ada typo. Di halaman ada kata "Suasama" yang seharusnya "Suasana".
Juga di halaman 257-258, kesalahan penulisan kata "oom" yang seharusnya "om" diulang-ulang.

Tapi, untuk cover, tetep bikin mata seger. Saya suka semua cover baru Season Series! :D


Berbeda dengan buku kedua Season Series yang saya beri 5 bintang, untuk Summer in Seoul ini saya hanya memberi ★★★☆☆.
Judul : Just So Stories (Sekadar Cerita)
Penulis: Rudyard Kipling
Cetakan Pertama, Januari 2012
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 160 halaman 
ISBN: 978-979-2278-03-3








Just So Stories adalah kumpulan kisah pengantar tidur yang ditulis oleh Rudyard Kipling—penulis novel klasik legendaris The Jungle Book. Dalam kumpulan cerita pendek ini, kisah-kisah lucunya bukan sekadar cerita, tapi juga dihiasi ilustrasi goresan Staven Andersen yang memperkaya kisah-kisah fabel ini.

Walau ditulis lebih dari seratus tahun lalu, cerita-cerita dalam Just So Stories tak lekang oleh zaman karena dipadukan dengan mutiara kebijaksanaan. Di sini kita bisa membaca kisah kenapa unta berpunuk, bagaimana macan mendapat tutulnya, kenapa gajah punya belalai, bagaimana alfabet diciptakan, dll. Semua kisah ini akan membawa Anda menuju petualangan menembus waktu dan imajinasi pengarang peraih nobel sastra, Rudyard Kipling.

Buku ini bisa dibaca oleh semua umur dan terutama bisa menjadi hadiah indah bagi putra-putri tercinta untuk membuka wawasan imajinasi dan kecintaannya terhadap buku. 

Karena buku ini berisi fabel, dari awal saya memang bertujuan untuk memberikan buku ini pada adik saya (sekarang, 8 tahun). Tapi, setelah membaca 3 cerita di dalamnya. Saya jadi tahu kalau membiarkan adik saya membaca buku ini sendiri, dia akan kesulitan untuk mencerna kalimat-kalimatnya. Sungguh, banyak kalimat yang menurut saya 'berat' dan sulit dimengerti. Jadi saya memutuskan untuk selalu mendampingi adik saya saat membaca buku ini.


Terlepas dari hal itu, cerita yang disajikan dalam buku ini memang menarik, apalagi bagi anak-anak yang memang senang bertanya. Begitu pula ilustrasi yang ada di dalamnya.

Ini pertama kalinya saya membaca karya Rudyard Kipling, tapi saya cukup dibuat kagum olehnya. Saya rasa, Rudyard Kipling ini memiliki imajinasi yang tinggi sebab dapat memikirkan cerita-cerita yang sama sekali tidak terpikirkan. Apalagi tentang bagaimana alfabet diciptakan, pasti sulit membuat cerita seperti itu.



Secara keseluruhan, buku ini bisa dinikmati oleh anak-anak. Namun saran saya, sebaiknya didampingi agar makna yang ingin disampaikan penulis dapat tersampaikan.

★★★☆☆ untuk Sekadar Cerita ini!

Judul : Autumn in Paris (Season Series #2, Repackaged)
Penulis: Ilana Tan
Cetakan Pertama, July 2007
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 264 halaman 
ISBN: 978-602-0310-21-3








Tara Dupont menyukai Paris dan musim gugur. Ia mengira sudah memiliki segalanya dalam hidup... sampai ia bertemu Tatsuya Fujisawa yang susah ditebak dan selalu membangkitkan rasa penasarannya sejak awal.

Tatsuya Fujisawa benci Paris dan musim gugur. Ia datang ke Paris untuk mencari orang yang menghancurkan hidupnya. Namun ia tidak menduga akan terpesona pada Tara Dupont, gadis yang cerewet tapi bisa menenangkan jiwa dan pikirannya... juga mengubah dunianya.

Tara maupun Tatsuya sama sekali tidak menyadari benang yang menghubungkan mereka dengan masa lalu, adanya rahasia yang menghancurkan segala harapan, perasaan, dan keyakinan. Ketika kebenaran terungkap, tersingkap pula arti putus asa... arti tak berdaya... Kenyataan juga begitu menyakitkan hingga mendorong salah satu dari mereka ingin mengakhiri hidup....

Tiga jam Tujuh Belas Menit. Waktu yang lumayan singkat untuk menghabiskan buku ini. Selesai begitu cepat karena saya dibuat penasaran sejak membaca lembar pertamanya.

Buku ini adalah buku pertama dari Season series yang saya baca dan juga merupakan karya pertama Ilana Tan yang saya baca *Oke, kalian bisa menganggap saya katrok karena baru membaca karya penulis tersohor ini :P

Sudah sejak lama saya ingin membaca Season series yang begitu terkenal ini, namun baru sekarang bisa terealisasikan. Itupun hasil minjem. Keinginan buat beli sendiri sebenarnya sudah ada, apalagi setelah dicetak ulang dengan cover baru yang sungguh membuat mata saya berbinar-binar, tapi belum kesampaian. *kenapa malah curhat gini?

Autumn in Paris, saya memilih buku ini untuk dibaca terlebih dahulu karena satu alasan yang pasti. Warnanya. Orange. Warna favorit saya. Warna yang membuat saya excited. Karena itu, saya merasa buku ini akan memberikan kisah manis dan romantis. Yes, as always, I didn't read the blurb

Apakah ada yang tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak boleh dicintai? Aku tahu. 

Walaupun di Epilog, ada kesan kelam, namun dari awal bab hingga pertengahan buku, kisah Tara dan Tatsuya ini sungguh manis. Kedekatan mereka yang diawali dengan kebetulan tidak terkesan dipaksakan dan berjalan mulus.

Baru kemudian saya menyadari kalau happy ending yang saya harapkan hanyalah ilusi.
Ya, bagi kalian yang dengan bodohnya tidak membaca sinopsis dan mengharapkan akhir yang indah, jangan membaca buku ini.

Setelah sekian lama gak baca romance, kenapa saya harus mendapatkan buku yang menyesakkan dada begini?

Kata-kata yang dirangkaikan dalam novel entah kenapa terasa begitu dalam dan menyentuh.
Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia. Sesederhana itu.
Apalagi surat-surat yang dikirimkan Tatsuya ke acara radio. Setiap kata begitu tulus. Pantas saja kalau Tatsuya jadi banyak fans gara-gara surat itu.

Penggambaran kota Parisnya membuat saya yang cinta Jepang ini langsung tertarik pergi ke sana. Apalagi akhir-akhir ini timeline path dan instagram saya dipenuhi dengan foto-foto kota Paris dan Eropa.

Terlepas dari cerita, saya suka pemilihan font-nya, kecil-kecil namun rapi. Saya memang suka jenis font seperti itu.

Well, karena buku ini memberikan berbagai cita rasa, saya beri ★★★★★ !





Yeay!

Ini dia pengumuman buat pemenang Giveaway yang akan mendapatkan masing-masing satu buah buku The Wind Leading to Love karya Ibuki-sensei.

Total peserta yang ikutan GA adalah 39 orang. Tapi sayang ada beberapa orang yang tidak mengikuti rules sepenuhnya. Jadi, saya terpaksa mengeluarkan beberapa nama dari daftar calon pemenang.

Pemenang yang saya pilih adalah yang mengikuti semua rules dan memberikan jawaban yang agak berbeda dibanding peserta lainnya menurut saya tentunya :P

Oh, ya. mengenai pertanyaan pada postingan sebelumnya.. Saya sebenarnya menunggu jawaban yang agak 'nakal' dari peserta.

Seperti, "Aku pengen balik ke masa kecil buat happy-happy bentar deh.. Abis itu balik lagi ke masa sekarang buat lanjutin perjuangan hidup!" Hihihi :3

Tapi ternyata kebanyakan menanggapi pertanyaannya dengan serius, ya? Hehe..

Oke.. inilah Pemenangnya :

1. Noer Anggadila
2. Etika Setya

Selamat, ya!

Pemenang akan saya hubungi via twitter untuk meminta alamat lengkap buat ngirimin hadiahnya.
Jika dalam 2x24jam tidak ada balasan, saya akan memilih pemenang lainnya.

Yang belum menang, jangan kecewa dulu. Semoga menang di blog lainnya!
Jangan lupa ikutan kuis FINALE juga.. :D
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home