Judul : Cheeky Romance (New Cover)
Penulis: Kim Eun Jeong
Penerjemah: Putu Pramania
Cetakan Kelima, November 2014
Penerbit: Haru 
Tebal: 447 halaman 
ISBN: 978-602-7742-42-0









Wanita yang tingkahnya tidak terduga, “si ibu hamil nasional”, vs laki-laki yang selalu dianggap sempurna,“si dokter nasional”.

Aku adalah seorang reporter. Saat aku sedang bekerja, di tengah syuting, muncul seorang dokter kandungan yang marah-marah seperti orang gila dan menuduhku sebagai ibu hamil. Celakanya, acara itu sedang ditayangkan ke seluruh penjuru negeri. Akibatnya, aku dikenal sebagai “ibu hamil nasional”, bahkan sampai punya pahlawan pelindung segala.

Mendengar seseorang ingin menghapus anaknya, rasanya aku ingin segera menuntut perempuan itu. Suatu hari, aku bertemu lagi dengan perempuan bodoh itu. Berani-beraninya seorang ibu hamil minum alkohol di hadapanku, si dokter kandungan? Sampai makan kacang merah dan ikan fugu yang berbahaya bagi janin? Perempuan ini benar-benar kelewatan.

 Yoo Chae, seorang reporter, baru saja meluapkan kekesalannya pada mantan pacarnya, Hee Jae, di kolom keluhan website kantor. Tadinya Yoo Chae tidak bermaksud meng-upload tulisan berisi makian terhadap Hee Jae tapi karena komputernya eror, seluruh isi tulisannya jadi tersebar di internet. Oleh karena itu, Yoo Chae terpaksa harus menulis surat permohonan maaf atas ulahnya itu.

Belum cukup dengan surat permohonan maaf, kesialan Yoo bertambah ketika dituduh hamil oleh seorang dokter aneh bernama Yoon Pyo yang tiba-tiba muncul ditengah-tengah syuting. Akibatnya Yoo Chae jadi memiliki julukan "ibu hamil nasional" dan parahnya Yoo Chae dipindahkan ke kantor cabang di daerah pedesaan.

Judul Asli : Ankoku Joshi (暗黒女子)
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerjemah: Andry Setiawan
Cetakan Pertama, Mei 2014
Penerbit: Haru 
Tebal: 284 halaman 
ISBN: 978-602-7742-31-4











Apa yang ingin disampaikan oleh gadis itu...?

Gadis itu mati.

Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati.
Di tangannya ada setangkai bunga lily.

Pembunuhan? Bunuh diri?
Tidak ada yang tahu.
Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu.

Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi....

Kau... pernah berpikir ingin membunuh seseorang?
Shiraishi Itsumi meninggal. Gadis cantik yang merupakan Ketua Klub Sastra sekaligus anak dari Kepala Sekolah Santa Maria itu ditemukan terbujur kaku sambil memegang bunga lili.
Kematiannya menjadi misteri. Lalu berkembang berita bahwa Itsumi meninggal karena didorong oleh salah satu anggota Klub Sastra dari atas teras. Namun, itu hanyalah kabar burung, tak ada yang tahu dengan pasti penyebab kematian Itsumi.

Seminggu pasca kematian Itsumi, Sumikawa Sayuri, wakil ketua Klub Sastra mengadakan Yami-Nabe untuk mengenang ketua klub mereka. Setiap anggota klub berkumpul dan membacakan naskah tentang kematian Itsumi yang sekaligus memuat pendapat mereka mengenai apa yang menyebabkan kematian Itsumi.


Sesuai judulnya, postingan ini sengaja dibuat dalam rangka mengikuti tantangan dari Mbak Flo yaitu mengumpulkan recehan selama tahun 2014 yang kemudian pada akhir tahun dihitung dan digunakan untuk membeli buku yang kita inginkan.

Salah satu alasan itu tantangan ini adalah untuk mengurangi kekhilafan belanja buku. Akhir-akhir ini sering khilaf apa lagi kalau nemu buku yang harganya murah. Sekalian biar recehan yang berserakan bisa berguna. Hihihi :3

Penulis: Orizuka 
Penyunting: Tia Widiana 
Cetakan Kedua, Agustus 2013 
Series : The Chronicles of Audy #1
Penerbit: Haru 
Tebal: 320 halaman 
ISBN: 978-602-7742-21-5







 
                                    
Hai. Namaku Audy. Umurku 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa-biasa saja, sampai kedua orangtuaku jatuh bangkrut karena ditipu.

Aku hanya tinggal selangkah lagi menuju gelar sarjanaku. Selangkah lagi!

Tapi kedua orangtuaku rupanya tega merusak momen itu. Jadi sekarang, di sinilah aku berada. Di rumah aneh yang dihuni oleh 4 bersaudara yang sama anehnya: Regan, Romeo, Rex dan Rafael.

Aku, yang awalnya berpikir akan bekerja sebagai babysitter, dijebak oleh kontrak sepihak dan malah dijadikan pembantu!

Terdengar klise?
Mungkin, bagimu. Bagiku? Musibah!
Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang mendadak jadi ribet. Kronik dari seorang Audy.
 

Review :

Jujur, saya tertarik dengan novel ini berkat sampulnya! Apalagi setelah membaca review kak tammy di sini, Saya jadi makin ingin membacanya.
Tadinya saya berencana membelinya nanti-nanti tapi saat sedang nge-date bareng adek dan melihat novel ini terpajang di shelf toko buku dengan indah, saya tidak sanggup menahan keinginan untuk segera membelinya!

Awalnya saya mengira cerita kronik Audy ini bakal seperti drama-drama koreya. Seorang cewek ceria jatuh miskin, keluarga banyak hutang, mesti bayar kuliah, terpaksa kerja di rumah cowok ganteng yang jutek kemudian saling jatuh cinta.. Ternyata gak sesederhana itu.



Biru, pagi ini aku melihatnya lagi. Biru, selalu melemparkan senyum kepada matahari pagi di pantai ini. Jujur saja, aku ingin senyum itu ditujukan padaku.
Entah sudah berapa lama aku memperhatikannya. Biru, seorang lelaki yang aku tidak tahu namanya. Seorang yang membuatku jatuh hati pada senyumnya. Seorang yang membuatku benar-benar jatuh hati pada pandangan pertama.
Biru. Aku menyebutnya begitu. Sebab saat pertama kali aku melihatnya, dia mengenakan kaos berwana biru langit.

***
Pagi itu aku baru saja tiba di Pangandaran dan langsung menuju ke arah pantai. Sudah hampir setahun aku tidak pulang karena sibuk kuliah di Bandung. Dan begitu libur akhir semester tiba, aku dengan segera beranjak ke kampung halaman. Aku sudah sangat rindu dengan suara deru ombak Pantai Pangandaran.

Ketika sedang mengitari tepi pantai, aku tiba-tiba terpaku oleh sosok Biru. Dia beralaskan sendal jepit tengah berdiri menatap air laut. Sinar matanya teduh. Dan yang membuatku jatuh hati adalah senyumnya. Entah kenapa, aku merasa senyumnya itu mengandung sesuatu yang magis sehingga membuatku benar-benar jatuh hati padanya saat itu juga.

Aneh memang. Aku jatuh hati pada Biru. Lelaki yang aku tidak tahu sedikit-pun tentangnya. Mungkin dia seorang wisatawan lokal yang hanya sekedar ingin menikmati indahnya Pantai Pangandaran dan tinggal beberapa waktu di sebuah hotel. Atau mungkin, dia adalah seorang pengusaha muda yang sedang meninjau lokasi di sekitar untuk membangun sesuatu yang berhubungan dengan bisnis.

Entah. Dengan memandangnya dari jauh saja sudah membuatku senang. Setidaknya untuk saat ini.
***

Menjelang senja. Hari terakhirku sebelum kembali ke Bandung. Aku bersepeda ke arah tepi pantai. Aku melihat Biru sedang duduk di atas pasir putih. Keinginanku untuk berkenalan dengannya sudah bulat, seharian aku mengumpulkan keberanian untuk menyapanya. Kukayuh sepedaku lebih cepat. Namun, sepertinya aku kalah cepat oleh seseorang wanita.

Wanita itu lebih dulu menghampiri Biru. Menghampirinya dengan kecupan kilat yang mendarat di pipi kanan Biru. Sesak.

Kemudian dari belakang wanita itu, seorang anak perempuan menampakkan diri di hadapan Biru. Wajah Biru berbinar. Digendongnya anak perempuan itu. Pedih.

Keinginanku untuk menghampiri Biru sirna. Aku berbalik dan mengayuh sepeda menjauh dari Biru.

Biru, aku jatuh hati. Jatuh hati padamu.
Biru, aku jatuh hati. Jatuh hati pada orang yang salah.
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home